Gotong Royong, 29 Tanjung Ikut Ambil Bagian

Kota Bima, (24 /04 /2026)

 

Kegiatan gotong royong sering dilakukan dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mempererat persaudaraan serta mencapai tujuan bersama secara sukarela. Konteks utamanya meliputi kerja bakti kebersihan lingkungan, pembangunan infrastruktur umum, tradisi adat/pertanian, serta solidaritas sosial saat terjadinya bencana alam. Gotong royong merupakan bentuk kerja sama dalam kelompok masyarakat untuk mencapai tujuan bersama tanpa mengutamakan keuntungan pribadi atau kelompok tertentu. Tradisi ini mencerminkan nilai moral yang tinggi, seperti solidaritas, kekeluargaan, dan kebersamaan. Tradisi ini juga memiliki banyak manfaat yang penting untuk kelangsungan hidup masyarakat. Gotong royong juga bertujuan untuk mempererat persaudaraan serta mencapai tujuan bersama secara sukarela. Konteks utamanya meliputi kerja bakti kebersihan lingkungan, pembangunan infrastruktur umum, tradisi adat/pertanian, serta solidaritas sosial saat terjadinya bencana alam.

Seperti gerakan yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Bima, melalui Tagline “BISA” (Bersih Indah Sehat dan Asri) menjadi syarat penting bagi seluruh masyarakat dan juga seluruh instansi untuk menciptakan lingkungan bersih jauh dari sampah. Sehingga pada kegiatan Gotong Royong yang berlokasi di sekitar area Pelabuhan Bima yang dilaksanakan pada hari Jum’at 24 April 2026, menggandeng semua instansi dan pejabat yang ada di sekitar wilayah Kecamatan Rasanae Barat untuk bersama-sama melakukan pembersihan sampah-sampah yang ada di area sepanjang jalan pelabuhan Bima.

Keluarga besar SDN 29 Tanjung Kota Bima pun tak tinggal diam, jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk ikut dalam kegiatan gotong royong tersebut, sebagai bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Dimana area pelabuhan Bima berada di bawah naungan kelurahan Tanjung, jadi sudah sepantasnya warga 29 Tanjung ikut ambil bagian dalam gerakan gotong royong ini, sekaligus mendukung penuh langkah Pemerintah Kota Bima dengan gerakan “BISA”.

Semoga dengan adanya kegiatan ini, seluruh warga yang ada di keluarahan Tanjung, khususnya masyarakat yang ada disekitar area pelabuhan Bima, akan semakin menyadari pentingnya kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan.