29 Tanjung, dinilai oleh Tim Lomba Kebersihan

Kota BIma, (07 /04 /2026)

Berdirinya sebuah sekolah merupakan bentuk usaha sadar dan terencana (lembaga pendidikan formal) untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran. Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu wacana penting dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional, masih perlu banyaknya upaya-upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Usaha untuk meningkatkan mutu atau kualitas pendidikan diawali dengan peningkatan kualitas proses pembelajaran yang ada pada semua jenjang pendidikan, karena proses pembelajaran ini merupakan kegiatan utama di suatu sekolah. Empat faktor penting yang harus ada dalam proses ini yaitu guru, murid, kurikulum, dan lingkungan.

Keempat faktor tersebut akan membuat proses pembelajaran dapat terlaksana dengan nyaman dan kondusif, kualitas proses pembelajaran tersebut dapat ditingkatkan lagi apabila terdapat penunjang yang lebih baik, yaitu mengenai faktor sarana dan prasarana. Pembelajaran di sekolah akan berjalan lancar dan sesuai dengan yang diinginkan jika keempat faktor yang disebutkan diatas dapat saling menyesuaikan dan dimaksimalkan dengan adanya sarana dan prasarana yang terkelola.

Berbicara lingkungan, ini menjadi hal terpenting pula dalam menjaga kebersihan dan keindahan. Karena sehat dan tidaknya warga sekolah, tergantung sungguh dari proses menjaga lingkungan. Berangkat dari sinilah awal kebangkitan itu ada. Semua warga sekolah langsung bergerak bersama di bawah komando Kepala SDN 29 Tanjung Kota Bima untuk turut ikut membersihakan lingkungan dari sampah dan debu. Dalam tempo dua minggu Kepemimpinan beliau, hadirlah surat pemberitahuan tentang “Lomba Lingkungan Bisa (Bersih Indah, Sehat dan Asri) antar sekolah se-Kota Bima. Dalam tempo dua minggu, seluruh warga sekoalh digenjot pagi siang sore bahkan sampai malam. Mulai dari membersihkan ruang kelas, emperan, pertawatan taman, prengecatan, dan membersihkan sampah-sampah dibelakang sekolah.

Pada saat hari penilaian Lomba Kebersihan Lingkungan Bisa, Tim Penilai Lomba hadir pada pukul 08.30 wita, ada Ibu Walikota Bima, Ibu Hj. Badrah Ekawati, SE, S.Tr.Keb di damping oleh Bapak Sekretaris Dinas Dikpora, Bapak Kabag Tata Pemerintah Kota Bima, Ibu Kasubag Dikpora Kota Bima, Bapak Korwas Pendidikan, Bapak Pengawas Pembina kec. Rasanae Barat, dan di damping pula oleh Kepala SDN 29 Tanjung Kota Bima.

Kehadiran Tim Penilaian Lomba kebersihan ini disambut dengan sebuah tarian “wura bongi monca” oleh siswa kelas VI SDN 29 Tanjung Kota Bima. Kunjungan pertama yang dilakukan oleh Tim Penilai yaitu memeriksa kebersihan WC dan kamar mandi, kemudia mengunjungi ruang kelas dan ruang kepala sekolah.

Suasana yang hangat penuh akrab menambah keleluasaan kami menjelaskan setiap pertanyaan yang muncul dari Tim Penilai, menjelaskan segala seuatu yang sudah dibangun lewat kerja sama dan kolaborasi yang begitu apik dalam segala lini, sehingga memberikan hasil yang maksimal. Setelah sekitar 40 menit Tim Penilai Lomba menilai, akhirnya izin pamit untuk berkunjung di sekolah berikutnya.